sedang di test
Dirancang khusus untuk proses evaluasi kinerja guru di lingkungan sekolah — dari pengisian hingga laporan akhir.
Formulir penilaian skala Likert yang dapat diisi siswa maupun sesama guru, dengan periode buka-tutup yang dikonfigurasi admin.
Algoritma K-Means otomatis mengelompokkan guru ke dalam 4 klaster berdasarkan nilai kompetensi, kehadiran, dan prestasi.
Admin menginput rekapitulasi kehadiran bulanan — hadir, izin, sakit, alpha, terlambat — yang terintegrasi dengan kalkulasi nilai akhir.
Guru mencatat prestasi dari tingkat sekolah hingga internasional. Sistem poin berbobot yang tervalidasi admin berkontribusi pada nilai akhir.
Pantau distribusi klaster, rata-rata kompetensi sekolah, top performer, dan detail evaluasi tiap guru termasuk kesan-pesan siswa.
Unduh hasil evaluasi lengkap seluruh guru dalam format Excel — nilai tiap kompetensi, persentase kehadiran, dan label klaster — dengan satu klik.
Siswa dan guru mengisi kuesioner penilaian berdasarkan 4 kompetensi guru selama periode yang ditetapkan admin.
Admin memasukkan data kehadiran bulanan tiap guru yang dihitung sebagai persentase kehadiran efektif.
Guru menginput prestasi yang diraih. Setiap prestasi mendapat poin sesuai tingkatannya dan divalidasi admin.
Admin menjalankan clustering. Sistem menghitung nilai akhir dan menempatkan guru ke klaster A, B, C, atau D secara otomatis.
Kepala sekolah memantau dashboard dan mengunduh laporan Excel untuk arsip dan tindak lanjut pembinaan guru.
| Nama Guru | Rata-rata | Hadir | Klaster |
|---|---|---|---|
| Budi Santoso | 88.5 | 95% | A |
| Siti Rahayu | 80.2 | 88% | B |
| Ahmad Fauzi | 72.8 | 82% | C |
Berdasarkan standar kompetensi guru nasional, penilaian mencakup empat aspek yang menjadi dasar kalkulasi nilai akhir dan klasterisasi.
Kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara efektif dan inovatif.
Penguasaan materi pelajaran secara mendalam dan konseptual sesuai bidang studi yang diampu.
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi efektif dengan siswa, rekan guru, dan komunitas sekolah.
Karakter guru sebagai teladan — stabil, dewasa, berwibawa, dan berakhlak mulia bagi siswa.
Algoritma K-Means mengelompokkan guru berdasarkan nilai akhir yang dihitung dari rata-rata kompetensi, persentase kehadiran, dan poin prestasi tervalidasi.
Hasil klasterisasi membantu kepala sekolah mengidentifikasi guru yang memerlukan pembinaan dan yang layak mendapat apresiasi.
Setiap pengguna mendapat antarmuka dan akses yang sesuai dengan tanggung jawabnya.
Mengelola seluruh sistem, pengguna, dan konfigurasi periode.
Memantau dan mengevaluasi kinerja seluruh guru secara menyeluruh.
Berpartisipasi dalam penilaian dan mengelola data prestasi diri.
Memberikan penilaian untuk guru berdasarkan pengalaman belajar.
Tingkatkan kualitas pendidikan dengan sistem penilaian guru yang terstruktur, objektif, dan berbasis data nyata dari lingkungan sekolah sendiri.
Masuk ke Sistem